Review Film Suicide Squad Terbaru 2021.

The Suicide Squad jadi salah satu rekomendasi film yang wajib ditonton saat bioskop di Indonesia buka, film DC terbaru ini jadi salah satu incaran pencinta film superhero Tanah Air.

Film ini dijadwalkan tayang di lima Agustus, tapi sebab lonjakan masalah Covid-19 di Indonesia yang makin parah, sejumlah daerah hiburan termasuk bioskop ditutup. Alhasil, The Suicide Squad baru tayang pada 16 September 2021. Berikut ini adalah review film Suicide Squad

Sinopsis The Suicide Squad bercerita ihwal misi misteri sekelompok supervillain, mirip Harley Quinn, Peacemaker, Bloodsport, King Shark, serta 13 karakter lainnya dari penjara Belle Reve.

Mereka yg menjalankan misi pada Pulau Corto Maltese yg terpencil. pada pulau tersebut, terdapat sesuatu yg diklaim mengancam Amerika, bahkan global.

buat kamu yg tidak nonton film pertamanya, tidak perlu khawatir, karena film ini adalah sekuel standalone alias tidak terdapat hubungannya dengan kisah film Suicide Squad (2016).

harus diakui, waktu James Gunn didapuk jadi pengarah adegan The Suicide Squad, salah  satu hal yang pada harapkan ialah sisi dark comedy-nya yang lebih receh asal film pertama. benar saja, Gunn sudah menempatkannya semenjak mnt awal lewat obrolan Savant dan  Rick Flag.

Hal yg paling menonjol berasal film ini merupakan cara James Gunn memadukan seluruh aliran. Ini seperti kamu sedang menonton film banyak genre, antara lain lawak, komedi gelap, fantasi, aksi, thriller, drama, dan  superhero. isu politik, konteks sosial, serta gosip-berita global pun tersaji menarik serta enggak terasa dipaksakan.

James Gunn, yang pula menyutradarai Guardians of the Galaxy, memahami bahwa film-film Marvel/DC punya formula klise: origin story, romansa, kekalahan ad interim, serta pertempuran terakhir.

Nah pada film ini, Gunn justru menyebarkan pendekatan lain, yg di awalnya tampak mirip pasukan bunuh diri, namun menggunakan penuh kemenangan menciptakan sesuatu yang unik dan  tidak bisa diprediksi.

Film DC ini bisa kategori Rated-R. seluruh ditampilkan tanpa malu-memalukan, bahkan lucu pada beberapa bagian, mirip Peacemaker ketika bangun tidur pada hutan, atau adegan seks Harley Quinn.

Memang, seharusnya geng bunuh diri ini lebih cocok tampil gore, kegilaan, kekerasan, adegan aksi menjijikkan, serta kata-istilah makian.

Untungnya, Gunn berhasil menginterpretasikannya tanpa tanggung. cita rasanya bukan Suicide Squad Bila tidak ada konten seksual, berdarah, kekerasan, dan  menjijikkan.

keliru satu daya tarik film ini merupakan para karakter villain. Memang, cita rasanya tidak cukup ketika buat menyebutkan origin story asal 17 karakter tadi, makanya engkau  mungkin akan merasa kurang sebab mengetahuinya sekilas. Ditambah, sebagian akbar berasal mereka hanya berumur singkat.

Meski begitu, mereka tampil dengan busana -kostumnya yg menyegarkan mata. James Gunn mempertahankan pakaian orisinil setiap karakter dari komik. Ini menghasilkan film juga karakter sebagai lebih khas serta konkret.

contohnya, Harley Quinn mengenakan dua pakaian: jaket kulit geng motor dan  gaun merah. Selain asal komik, James Gunn merogoh ide dari kostum karakternya pada game Batman: Arkham City.

buat ketiga kalinya, Margot Robbie menandakan bahwa beliau merupakan penggambaran terbaik berasal sosok Harley Quinn.

cita rasanya, tidak ada aktor yang lebih cocok dibanding Robbie. Kegilaan, keliaran, rasa berani, cara bertarung, sampai keindahannya makin naik level ditampilkan pada film ini.

kemudian, karakter Idris Elba sebagai Bloodsport jua mengejutkan. Karakternya ditulis menggunakan sangat baik dan  Elba memainkannya dengan sangat tepat.

Kejutan lainnya merupakan John Cena sebagai Peacemaker, terutama karakternya memiliki akibat besar  di cerita film serta masa depan DCEU. Uniknya, John Cena menggambarkan Peacemaker sebagai “Captain America douchebag”.

Sebenarnya, ada beberapa adegan yg kurang sinkron serta membingungkan. seperti, King Shark yg kena ratusan tembakan, namun tak ada peluru yang mampu menembus kulitnya. Jadi, rasanya menanamkan bom di kepalanya enggak bikin dia takut.

Selain adegan yang tak sesuai, penulis merasa bahwa film ini menyia-nyiakan banyak karakter potensial yg bahkan hanya tampil sekian dtk buat memberikan kemampuannya.

bisa jadi salah  satu faktornya artinya durasi yang kurang Jika harus memaksimalkan 17 karakter Suicide Squad.

Secara holistik, The Suicide Squad (2021) menghasilkan geng bunuh diri menggunakan karakter rona-warni yang secara kolektif berhasil tampil menyenangkan pada tengah pandemi ini.

Boleh dibilang, film ini cocok menyandang menjadi galat satu “Film DCEU Terbaik” yang pernah didesain.

Review Film Suicide Squad Terbaru 2021.