Review Film Indonesia Berjudul Notebook

Pada kesempatan kali ini, kami akan mereview salah satu film yang berasal dari Indonesia yang bisa kamu jadikan pertimbangan untuk di tonton, Yuk disimak ulasan serta reviewnya

Notebook yg tayang pada Disney+ Hotstar. Secara garis besar , film ini bercerita ihwal romansa seorang guru yg menentukan mengajar di pedalaman Sumba serta tidak sengaja terpincut sang seorang lelaki asli Sumba yang gemar bermain judi slot online jackpot terbesar. Keduanya pun saling senang, tapi tidak berani mengatakannya.

Rintik (Amanda Rawles) adalah seorang guru baru yang secara berani meninggalkan Jakarta dan  pulang ke Sumba buat memulai petualangan ngajarnya pada daerah tadi. Rintik sebetulnya hanya pengajar pengganti ad interim.

pada Sumba, Rintik menikmati hari-harinya mengajar pada SD. dia bahkan dengan cepat disukai anak didik. Beberapa masyarakat Sumba yang ramah pula menyambutnya dengan baik, salah  satunya Arsa (Dimas Anggara). Arsa tidak hanya ramah pada Rintik, tapi pula menaruh hati di pengajar berasal Jakarta tersebut.

namun, ternyata Rintik sudah dijodohkan di Jakarta. Kepergiannya ke Sumba juga jadi galat satu alasan buat beliau menepi berasal perjodohan.

Nah, jadi di siapa hati Rintik akan berlabuh? di Arsa orang Sumba yang dikenalnya selama mengajar atau di orang yang dijodohkan oleh orang tuanya?

Film Notebook ini cukup berani menggarisbawahi isu pendidikan pada daerah pedalaman. seperti halnya film Denias, Senandung pada Atas Awan (2006), Sokola Rimba (2013), atau Serdadu Kumbang (2011). Film ini pula sekali lagi mengingatkan bahwa fasilitas pendidikan di Indonesia belum merata.

pada pedalaman, kekurangan pengajar jadi duduk perkara yg masih terus berlangsung. Beberapa orang tua juga masih melihat sekolah menjadi fase hayati yang tidak terlalu penting. Nah, pesan tentang pentingnya pendidikan telah tersampaikan pada film ini.

Film ini juga sedikit menyentil tentang keberagaman. Sayangnya, hal itu tidak terlalu difokuskan. Premis menarik yang terlihat pada awal film saat guru-pengajar lain merasa tidak sreg menggunakan sosok Rintik karena beda keyakinan, tidak dilanjutkan dalam jalan cerita.

Penonton mungkin akan berharap Jika permasalahan disparitas ini dapat dikembangkan menggunakan ujung yg melegakan.

namun cerita itu menggantung serta agak sulit memetik nilai moralnya karena memang tidak terdapat kesimpulan berasal permasalahan perbedaan ini.

Bollywood pernah merilis film bertajuk Notebook. Film tersebut bercerita wacana seseorang pengajar yang mengajar di daerah permasalahan.

terdapat kisah perihal perjodohan dan  kisah seorang ayah yang melarang anaknya sekolah sebab harus bantu orang tua.

Ditambah lagi, cerita wacana buku catatan harian seorang pengajar yg tertinggal dan  membuka tabir tentang akhir cerita. semua poin ini jua bisa kita temukan dalam film Notebook versi Indonesia.

Menariknya, seperti halnya Humba Dreams (2019) atau Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017).

Film ini menyajikan landscape Sumba yang teramat cantik. Padang savana yang terbentang, perbukitan, dan  pemandangan danau pada kejauhan benar-benar memanjakan mata.

sutradara Karsono Hadi relatif berhasil menyuguhkan Sumba yang latif buat mata penonton yang butuh suasana liburan serta jalan-jalan.

Meski menampilkan pemandangan Sumba yg indah, sayangnya beberapa kali terlihat editan film yang terasa kasar. Bahkan, terdapat satu adegan yang benar-sahih dipotong dengan sangat tidak mulus.

Selain itu penempatan scoring-nya juga tidak terlalu baik. ada adegan yg datang-datang dimunculkan soundtrack menggunakan kurang pas. Bukannya membuat adegan jadi terasa syahdu, kebalikannya justru bikin adegan filmnya jadi terasa kaku.

Satu lagi, beberapa kali ada adegan yg menggunakan mode slow motion. Hal itu cukup Mengganggu jalan cerita yg sedang dibangun.

galat satunya merupakan adegan saat Arsa mendapati Rintik di ventilasi sekolah sembari berjalan. Mode slow motion yg digunakan terasa aneh serta relatif merusak. Pengambilan gambar saat adegan di rumah Rintik pula masih terasa hambar. Bahkan terkesan seperti adegan pada sinetron atau FTV.

Film ini dibintangi oleh Dimas Anggara yang merupakan pemain lama judi online di situs judi online terbaik dan terpercaya, Amanda Rawles, Tanta Ginting, Ira Wibowo, Dominique Sanda, serta segenap pemain lain. Film ini juga menyertakan orang-orang lokal Sumba sebagai figuran serta pelengkap cerita.

Review Film Indonesia Berjudul Notebook